Acara Olahraga Internasional Menghadapi Penundaan atau Pembatalan di Tengah Wabah Virus Corona

  • by

Wabah novel virus corona telah menginfeksi lebih dari 108,000 orang secara global dan membunuh lebih dari 3,800 orang, yang mayoritas terjadi di Tiongkok. Wabah virus corona yang menggemparkan dunia sejak bulan Januari 2020 lalu, hingga kini masih terus menghantui orang-orang di seluruh penjuru dunia. Awalnya dunia fokus pada wabah yang terjadi hanya di negara Tiongkok, namun akhir-akhir ini, wabah telah menjalar hingga ke negara lainnya seperti Korea Selatan, Iran, dan Itali. Itali adalah negara paling terdampak oleh wabah virus corona di Eropa. 

Wabah virus corona ini tidak hanya berpengaruh pada perekonomian dunia, pariwisata, dan penerbangan, namun juga berdampak pada olahraga internasional. Banyaknya event olahraga internasional di seluruh dunia yang harus dibatalkan ataupun ditunda di tengah wabah virus corona baru ini. Ini terjadi di seluruh cabang olahraga dimulai dari sepak bola, atletik, rubi, golf, tenis, pacuan kuda, balap mobil, kriket, balap sepeda, bulu tangkis, tinju dan masih banyak lagi. 

Wabah virus corona ini telah mengacaukan jadwal olahraga dunia termasuk Tokyo Olympic Games 2020, Formula One dan Euro 2020 juga masih dalam ketidakpastian.

Olahraga Global Menghadapi Kekacauan Di Tengah Ketakutan Akan Virus Corona

“Di era modern, virus ini dengan cepat menciptakan suatu situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Simon Chadwick, direktur Pusat Industri Olahraga Eurasia.

“Olahraga telah dilanda selama tiga atau empat dekade terakhir oleh larangan dan boikot obat bius, meskipun tidak ada yang sesuai dengan skala virus corona ini. Dengan setiap pertandingan atau acara dibatalkan, dampak ekonomi pada industri ini dikacaukan, pendapatan dari penjualan tiket terkena dampaknya, penjualan pakaian dan pakaian olahraga juga akan turun. Untuk olahraga komersial modern, tidak pernah ada yang seperti ini, “ katanya kepada Al Jazeera.

“Ini merupakan ujian bagi para pemimpin dan manajer yang bekerja di industri ini, juga untuk para atlet dan peserta.”

Beberapa pemerintah menanggapi wabah dengan melarang perjalanan ke dan dari Tiongkok dan menolak warga negara asing yang telah mengunjungi negara itu. Larangan perjalanan ini juga berdampak pada atlet Tiongkok karena mereka tidak bisa melakukan perjalanan untuk kompetisi.

Tim senam Tiongkok terpaksa menarik diri dari Piala Dunia di Melbourne bulan lalu karena larangan Australia terhadap warga negara asing yang bepergian dari Tiongkok, meskipun tidak ada delegasi yang menunjukkan gejala saat itu.

Tim tenis putra Tiongkok juga mundur dari pertandingan Grup 1 Piala Dunia Davis melawan Rumania, yang dijadwalkan 6-7 Maret di kota Piatra Neamt, karena larangan yang sama.

Bintang tenis Tiongkok Saisai Zheng, mengatakan bahwa ia sedih atas rekan-rekan atletnya di Tiongkok. Berbicara pada konferensi pers di Qatar Total Open di Doha pada hari Rabu, pemain berusia 26 tahun ini mengatakan dia dapat menghadiri turnamen karena dia sudah berada di jalan ketika wabah itu dinyatakan sebagai darurat kesehatan global pada bulan Januari.

Olahraga Global Menghadapi Kekacauan Di Tengah Ketakutan Akan Virus Corona

Wabah ini juga menganggu beberapa acara olahraga di Tiongkok seperti The World Athletics Indoor Championships, yang dijadwalkan di kota Nanjing di Tiongkok mulai 13-15 Maret telah ditunda hingga tahun depan. Grand Prix China F1 di Shanghai tidak akan berlangsung pada 19 April dan tidak ada tanggal alternatif yang ditetapkan. 

Di Korea Selatan, dimana memiliki jumlah kasus tertinggi di luar Tiongkok, beberapa atlet dipaksa untuk berlatih dalam isolasi. Negara ini memiliki 5.328 kasus dan setidaknya 28 yang meninggal. 

Virus ini juga mengganggu sepakbola Eropa. Beberapa pertandingan di Serie A Italia telah ditunda setelah ratusan kasus terdeteksi di negara itu, sementara beberapa klub Inggris telah melarang pemain berjabat tangan di tempat latihan mereka. Liga top Swiss juga ditunda hingga setidaknya 23 Maret, setelah klub menolak kemungkinan untuk bermain di dalam pintu tertutup.

Presiden FIFA Gianni Infantino juga mengangkat kemungkinan pembatalan pertandingan internasional bulan ini. 

Di Jepang, dimana terdapat 293 kasus dan 12 kematian, Perdana Menteri Shinzo Abe telah menyerukan pembatalan, penundaan dan pengurangan skala besar acara olahraga di negara itu dalam upaya untuk membendung virus.

Sejalan dengan meluasnya wabah, ada kekhawatiran yang meningkat bahwa virus akan menghambat Olimpiade Tokyo. Namun International Olympic Committee (IOC) telah menegaskan kembali untuk menggelar Olimpiade sesuai jadwal mulai 24 Juli hingga 9 Agustus.

Penggemar olahraga dunia juga terpengaruh karena ketakutan menghadiri acara olahraga, dimana para penonton akan duduk berdempetan satu sama lain di dalam stadion. Berhubung menghadiri acara secara skala besar tidak disarankan, maka Anda memiliki pilihan untuk menonton olahraga online di dalam rumah. Walaupun menonton olahraga online tidak seseru seperti di lapangan, namun akan mencegah Anda terjangkit virus.

Semoga virus ini cepat berakhir dan acara olahraga internasional dalam hadir kembali secepatnya seperti normal.

Kunjungi 7Lux online dan mainkan sekarang!